Hidup memang memiliki fase fase
yang berbeda-beda. Jika di ibaratkan seperti fase hidup kupu-kupu, di mulai dari telur kemudian menjadi larfa
yang tak dapat berbuat apa-apa. Dia tak akan hidup tanpa bantuan sang indukian
yang memberikannya segala ke butuhannya
dan memberikan arahan da bimbingan agar
sang larfa menjadi kupu kupu yang cantik di kemudian hari.
Proses ini
memang sangat singkat namun sangat menentukan akan bagaimana sang lafra di kemudian hari, dan ini tergantung sang indukan mau di jadikan
apa si larfa kecil di kemudian hari, pada dasarnya kupu-kupu hanyalah
hewan yang tak tak memiliki akal bedanya manusia yang tak pernah puas dan lelah dalam
melanggar aturan sang penciptanya walaupun dia memiliki akal tapi dia tak lebih
bijak di banding hewan ciptaan ilahi ini juga.
Fase
hidup kupu-kupu yang butuh perjuangan
dan tantangan untuk mencapai suatu tujaun. Ke sabaran dan ke uletan yang ia buat tanpa sedikitpun mengeluh ,mencari jati diri yang sebenarnya , keluar dari maslalah ,
bahkan untuk keluar dari masalah itu
orang orang lain menjauhinyakarna rupa dan bentuknya yang sangat
menjijikkan orang orang di sekitarnya .
Dan pada
ahirnya juga ia akan melewati hal itu semua
akan berahir, dan tanpa ia sadari pula lah bahwa ia juga sudah
berevolusi menjadi seorang kupu-kupu
yang harkat dan martabatnya berbeda dari
bentuk sebelumnya , padahal orang yang sebelumnya itu sangat menjijikkan itu
kini berevolusi menjadi seorang yang di
kagumi oleh orang banyak.
Begitulah
seekor kupu-kupu dalam menjalani hidup ini, berjuang berjung dan berjuang tanpa harus berpikir yang lain lain hanya jalankan –jalankan dan jalankan itulah tujuan hidup kupu kupu. Dan setelah ia
juga sudah mencapai tujuannya ia akan mati juga seperti itu, kupu kupu tak akan
pernah mati menjadi seekor ulat lagi,
karna masa itu adalah masa masa pahit
dirinya untuk menjadi kupu kupu.
Begitu jugalah
terhadap manusia. Ia juga pasti akan menjalani fase fase hidupnya siap atau tidak siap, kuat atau tidak kuat , mau atau tidak mau untuk menjalani fase fase itu toh ia akan menjalaninya juga , masalah
masalah di samping itu juga akan ia
hadapi. Dan cara ia menjalani fase fase ini akan sangat menentukan ia di kemudian hari , dan cara ia menghadapi
fase ini jugalah yang nanti akan membentuknya
untuk menjadi seperti apa ia
kelak.
Jika kupu-kupu
mati meninggalkan keindahan dan
perjuangan, maka manusia mati meninggalkan nama. Tergantung orangnya, dia mau meninggalkan nama yang baik atau nama yang buruk , nama
yang di kenang atau nama yang tak di kenang , nama yang di abadikan oleh orang karna kehebatanmu dan kebaikanmu
atau nama yang di kenang orang karna
kebodohan yang kau buat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar