otak tak luput dari masa depan
Manusia robot ? ya manusia robot yang tak pernah mengeluh ,tak pernah lelah dalam melakukan kerjaannya kecuali daya nya sudah habis baru ia tak bisa berkutik lagi.. catatan ini permisalan dari seorang inspirator ,manusia yang tak pernah berhenti memikirkan masa depan demi mendapatkan makan esok harinya , manusia yang sakit jika badannya bergerak dan manusia yang jika ada tanu selalu membicarakan bisnis dan cara menghasilkan uang ,manusia yang keras pendiriannya untuk dapat hidup layak sebagaimana halnya hidup orang yang bahagia dan memiliki keluarga yang mau di kasi makan juga
bukan hanya jiwa dan raganya yang tak bisa menerima ke adaan namun itulah yang jadi pembakar tumpuan untuk dapat mengubah arti kehidupan , raganya menjadi lusuh dan kusut seiring dokrin dokrin saraf yang senantiasa beradu waktu untuk saling menghantar informasi yang di tangkap oleh otak bawah sadar orang ini ,dan detakan jantungnya selalu normal pada waktunya dan kadangia bisa loe dan long position demi melampiaskan inilah arti hidup sebenarnya ,inilah arti airmata,inilah yang dapat aku buat dan hasilkan.
Minggu, 10 Juni 2012
Jumat, 08 Juni 2012
good by VANVEINZURE
Good by
Pada tanggal 5 juli 2005, kami Vanfeinzure resmi diterima sebagai siswa/i Pesantren Darul Musyid. Pada saat itukami telah berjanji pada diri kami bahwakami akan berjuang di Pesantren ini sampai titik darah penghabisan bersama teman-teman dan guru-guru kami tercinta. Walaupun kami tahu pasti akan banyak tantangan dan rintangan yang akan kami hadapi nantinya. Tetapi… dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim…kami siap melangkahkan kaki kamiuntuk menghadapi itu semua.
Hari demmi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, kami lewati hari-hari yang penuh dengan suka dan duka di pesantren ini bersama teman-teman dan guru-guru kami yang selalu menasehati kami jikalau kami melakukan kesalahan, mengajari kami disaat kami dalam kesulitan, dan juga menghibur kami ketika kami bersedih.
Guru ku,kami tahu selama ini kami telah banyak berbuat salah kepadamu, kami terlalu sering melawan perkataan mu, kami selalu bermain-main ketika kamu memberikan pelajaran kepada kami, dan kami selalu membuat sakit hati dengan segala tingkah lakukami selama ini.
Kami sadar, bahwa selama ini kami telah melakukan kesalahan yang besar kepadamu wahai guru-guruku. Dan inilah saatnya, sebelum kami melangkahkan kaki kami dari Pesantren Darul Mursyid ini, kami ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepadamu wahai guru-guruku.
Dan jika suatu saat nanti kami telah pergi, janganlah pernah melupakan kami anak-anakmu. Namamu akan selalu terukir dihati kami untuk selamanya. Karena kamu adalah pelita dalam hati kami yang selalu menerangi & menyinari segala kegundahan yang ada dihati dan pikiran kami.sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi guru kami & pesantren ini akan menjadi sebuah tempat yang selalu terkenang dihati kami selamanya.
Di pesantren inilah tempat dimana kami dipertemukan dengan teman-teman Vanfeinzure & guru-guru kami. Pesantren inilah yang telah mengubah kami dari zero to hero. di Pesantren inilah kami menemukan jati diri kami. Dan……..di Pesantren inilah kami, Vanfeinzure, dan guru-guru kami DIPISAHKAN.
Terima kasih Darul Mursyid, Terima kasih Ibunda pendiri, Terima kasih guru-guru kami, dan Terima kasih ayah…ibu…yang telah bersusah payah mencari biaya hidu kami agar kami bisa terus bersekolah di Pesantren Darul Mursyid tercinta ini hingga akhirnnya kami diwisuda seperti sekarang ini.
Good bye my teachers, Good bye Darul Mursyid, Good bye Vanfeinzure, you always in my heart as long as we life…
See you letter…
See you soon…
See you in the dreaming place…
See you Darul Mursyid and Vanfeinzure
And……… see you good bye…..
THE END
Wassalamu’alaikum wr…wb…
Minggu, 03 Juni 2012
Senin, 14 Mei 2012
hapus air mata di pipi ,Hilangkan lara dei hati
Hilangkan lara di hati
Kegelisahan, kedukaan dan air mata adalah bagian dari sketsa hidup di dunia. Tetesan air mata yang bermuara dari hati dan berselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan.Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang menyesakkan rongga dada.Jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta isinya, bertanya, dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak kecil yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.
Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya, hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah fitrah pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya, akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah.
Duhai… betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan cahaya Islam hingga memenuhi setiap sudut rumah tangganya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta’atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fii sabilillah. Karenanya, yakinkah batin itu tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain di bawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan kekasih hati? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih matanya ketika melihat aqiqah anak kita?
Letih…
Sungguh amat letih jiwa dan raga. Sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa, tanpa tahu adakah belahan jiwa yang menunggu di sana.
Duhai ukhti sholehah…
Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia fana ini saja, karena masih ada akhirat. Memang, setiap manusia telah diciptakan berpasangan, namun tak hanya dibatasi dunia fana ini saja. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya, insya Allah akan dipertemukan di akhirat sana, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana. Mungkin sang pangeran pun tak sabar untuk bersua dan telah menunggu di tepi surga, berkereta kencana untuk membawamu ke istananya.
Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Sang Pemilik Cinta. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri, duhai ukhti. Taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia
Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Tak usah membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.
Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa. Jadikan hidup ini selalu penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa. Bersiap menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Nasehatilah selalu hatimu dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam kesendirian. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh tak akan lari kemana. Karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad, siapa belahan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.
Sabarlah ukhti sholehah…
Bukankah mentari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya. Malam masih indah dengan sinar lembut rembulan yang dipagar bintang gemintang. Kicauan bening burung malam pun selalu riang bercanda di kegelapan. Senyumlah, laksana senyum mempesona butir embun pagi yang selalu setia menyapa.
Hapuslah air mata di pipi dan hilangkan lara di hati. Terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup ini. Dengan kebesaran hati dan jiwa, dirimu akan menemukan apa rahasia di balik titian kehidupan yang telah dijalani. Hingga, kelak akan engkau rasakan tak ada lagi riak kegelisahan dan keresahan saat sendiri.
WaLlahua’lam bi shawab.
Sabtu, 12 Mei 2012
suramnya buku coretanku
ku duduk sambil sandaran ke dinding ruangan 4*4 ini dan terasa sumpek dengan bau asap rokok garpit yang melayang tanpa henti dari9 mulut si lappet yaumil , sambil ngotak ngatik laptop toshiba cor i3 nya dengan asyik buka aplikasi dan ngapdate status di akun facebooknya ,, sedangkan si gondrong alias si ega pratama bos preman dari cimahi asyik dngan sendirinya dengan game dotanya sambil berkoak dan ngeluh karna kalah main dota asyik dengan gurauannya bersama teman dotanya yang terlalu suram untuk di mengerti untuk sendirinya ,sedangkan si cemen dines asik dengan ngocehnya bicara tanpa tujuan dan selalu bertemakan wanita idamannya dan motivasinya untuk mendapatkannya ,dan selalu memotivasi saya untuk selalu terdepan dalam mengenal yang belum di kenal tapi harus bisa di kenal tanpa kata yang terkenal. dan di sudut ruangan sang seniopr jhon sedang tertidur dengan pulasnya di ujung ruangan dan asyik dengan ngorok ntanpa sadar karna kecapean karna banyak acara yang harus di selesaikan wajar lah sang senior yang selalu sibuk dengan pekerjaan yang selalu exis di mata remaja saat ini namun sayang nya saya nga pernah tertarik untuk ikut bermain dalam ke sibukan yang tak jelas di mata saya , saya lebih suka diam atau baca artikel baru daripada nge game yang tak tau kapan berakhir di mata saya
di dalam ruangan ini lah kami selalu menghabiskan waktu yang suram bagi anak anak yang selalu di landa ke susahan yang tak tentu .., namun yang paling istimewa di dalam ruangan ini ke suraman dapat di ubah menjadi tawa dan canda yang tak ada habis habisnya
malam in malam minggu dan malam ini sangat suramm baagi anak anak yang tak punya modal dan tak punya nyalii termasuk kami berempat yang ada di kamar ini keuali si senior jhon yang terlebih dahulu sukses di bidangnya. sedangkan kami berempat hanya bisa bicara tanpa banyak pengaplikasian `````````````````````````````````` eh salah ssatu lagi yang namanya dines da punya bidadari juga sih tapi ngak di tempat singgah sekarang ini hingga ia masih bisa lunak lunak keras dikit di kalangan yang lainnya
Selasa, 08 Mei 2012
ALLAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
ALLAH DALAM KEHIDUPAN MANUSIA
Salah satu ayat yang menggambarkan dampak kehadiran Allah dalam jiwa manusia adalah
firman-Nya,
"Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki
oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai
mereka), dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang saja.
Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah,
tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui
(QS Al-Zumar [39]: 29).
Ayat ini bermaksud menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat
kepada sekian banyak orang yang memilikinya, tetapi pemilik-pemiliknya itu saling
berselisih dan buruk perangainya. Alangkah bingung ia. Yang ini memerintahkan
satu hal, belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau memerintahkannya
dengan perintah lain, yang ketiga pun demikian. Begitu seterusnya, sehingga pada
akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tidak diketahui
bagaimana cara menanggulanginya. Bandingkanlah hal itu dengan seorang budak
lain yang hanya menjadi milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami
kebingungan atau kontradiksi dalam kesehariannya.
Menarik dikemukakan alasan Murtadha Muthahhari yang juga memahami
sebagaimana ulama-ulama lain -arti kata rajulan pada ayat di atas dengan
"budak." Ulama tersebut menulis dalam bukunya Allah dalam Kehidupan Manusia
bahwa: Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut, yakni bahwa
manusia berkeinginan untuk hidup bebas (tanpa kendali). Sesungguhnya keinginan
ini (walaupun merupakan sesuatu yang mustahil) menjadikan manusia keluar dari
kemanusiaannya, karena ini berarti bahwa ketika itu dia tidak mengakui adanya
hukum, tujuan, keinginan atau ide -dalam arti dia kosong sama sekali dari
keyakinan tertentu, dan keadaan demikian mencabutnya dari hakikat kemanusiaan.
Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia.
Orang-orang yang menghendaki kehidupan sebebas mungkin, serta tidak
mengakui adanya sedikit peraturan pun, pasti hidup mereka pun dilandasi oleh
keyakinan (ide tertentu) atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu.
Usaha ini menunjukkan bahwa manusia harus menerima wewenang
pengaturan dari keyakinan (ide yang ada dalam benaknya). Jika demikian, tidak
heran jika Al-Quran menggunakan istilah-istilah yang mengandung arti budak
(seseorang yang dimiliki oleh pihak lain).
Keadaan yang digambarkan oleh ayat di atas, terbukti kebenarannya dalam
kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya, atau memiliki sekian banyak ide
Salah satu ayat yang menggambarkan dampak kehadiran Allah dalam jiwa manusia adalah
firman-Nya,
"Allah membuat perumpamaan, (yaitu) seorang lelaki (budak) yang dimiliki
oleh beberapa orang yang berserikat dan saling berselisih (buruk perangai
mereka), dengan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang saja.
Adakah keduanya (budak-budak itu) sama halnya? Segala puji bagi Allah,
tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui
(QS Al-Zumar [39]: 29).
Ayat ini bermaksud menggambarkan bagaimana keadaan seseorang yang harus taat
kepada sekian banyak orang yang memilikinya, tetapi pemilik-pemiliknya itu saling
berselisih dan buruk perangainya. Alangkah bingung ia. Yang ini memerintahkan
satu hal, belum lagi selesai datang yang lain mencegah atau memerintahkannya
dengan perintah lain, yang ketiga pun demikian. Begitu seterusnya, sehingga pada
akhirnya budak itu hidup dalam kompleks kejiwaan yang tidak diketahui
bagaimana cara menanggulanginya. Bandingkanlah hal itu dengan seorang budak
lain yang hanya menjadi milik penuh seseorang sehingga ia tidak mengalami
kebingungan atau kontradiksi dalam kesehariannya.
Menarik dikemukakan alasan Murtadha Muthahhari yang juga memahami
sebagaimana ulama-ulama lain -arti kata rajulan pada ayat di atas dengan
"budak." Ulama tersebut menulis dalam bukunya Allah dalam Kehidupan Manusia
bahwa: Sementara orang ada yang membuat kemungkinan berikut, yakni bahwa
manusia berkeinginan untuk hidup bebas (tanpa kendali). Sesungguhnya keinginan
ini (walaupun merupakan sesuatu yang mustahil) menjadikan manusia keluar dari
kemanusiaannya, karena ini berarti bahwa ketika itu dia tidak mengakui adanya
hukum, tujuan, keinginan atau ide -dalam arti dia kosong sama sekali dari
keyakinan tertentu, dan keadaan demikian mencabutnya dari hakikat kemanusiaan.
Keadaan semacam ini tidak ada wujudnya dalam kehidupan manusia di dunia.
Orang-orang yang menghendaki kehidupan sebebas mungkin, serta tidak
mengakui adanya sedikit peraturan pun, pasti hidup mereka pun dilandasi oleh
keyakinan (ide tertentu) atau berusaha mencari ide/keyakinan tertentu.
Usaha ini menunjukkan bahwa manusia harus menerima wewenang
pengaturan dari keyakinan (ide yang ada dalam benaknya). Jika demikian, tidak
heran jika Al-Quran menggunakan istilah-istilah yang mengandung arti budak
(seseorang yang dimiliki oleh pihak lain).
Keadaan yang digambarkan oleh ayat di atas, terbukti kebenarannya dalam
kenyataan hidup orang-orang yang lemah imannya, atau memiliki sekian banyak ide
Kamis, 03 Mei 2012
goresan pena hitamku(2)
puji syukur ke hadirat ALLAH SUBAHANA WATAALA yang senantiasa masih memberikan saya waktu untuk terus berbenah diri ,berbekal diri dalam memenuhi tujuan utama awak di turunkan ke muka bumi,, tak lain dan tak asing untuk menjadi hamba yang ber iman dan tawakkal di mata ALLAH karna hanya orang yang berimanlah yang akan mendapat balasan syurga yang telah di janjikan ALLAH taala di hari kemudian .
dan tak lupa sholawat beriring salam beribu ribusalam awak ucapkan atas nabi besar MUHAMMAD SAW yang telah memberi segalanya BUATKU ,BUATMU,BUATNYA ,DAN BUAT KITA SEMUA , terutama akan nikmatnya islam dan kebersamaannya yang takkan sampai jika tak disampaikan sang penakluk ujug dunia yakni Muhammad SAW ,,
tiada kata selain kata kata ,, goresan keadaan yang tak pernah murung dan tak pernah mati di telan pasang pengakhiran yang tiada tara dan tanda akan ke indahan bawaaan nya sediri,, ini kata hatiku akan pencapaian pencapaian yang sudah lama di tanam di dalam pikiran dan hati demi terjangaya ke damaiian dan ke tentraman di hati, dan ke tentramann sebagai hamba yang patuh akan perintah sang penciptanya.Fisik ini memang tak menampakkan yang perlu di cemaskan dan di kawatirkan namun hati ini menjerit se kuat kuat yang ia mampu tapi sayang sang pemilik hati tetap lalai dan acuh tak acuh atas jeritan bagian organ tubuhnya akan jeritan sang kalbu yang suci ,, sang kalbu hanya diam dan pasrah akan ke adaaan yang tak sesuai dengan yang di inginkannya namun ia hanya membutuhkan berjuta juta pengharapan agar pemilik sang kalbu bisa mendengar jeritan sang kalbu.
dimana SANG PENAKLUK UJUNG DUNIA ,VISONER SEJATI,ILMUAN HANDAL, dimana mereka?? apa meraka sudah mati?? atau apakah mereka belum di lahirkan ? jawabannya "mereka sudah lahir bahkan sudah pernah muncul dan mulai menjadi cahaya yang akan semakin cerah dua tahun yang lalu saat mereka masih sekolah di SMA ,, namun cahanyanya mulai redup satu tahun setelah mereka berada di bangku perkuliahan yang , susah dan menyibukkan bagi yang tak mau belajar .." .apakah mereka termasuk menjadi orang yang tak mau belajar ?? apa mereka tidak tau untuk menjadi penakluk ujung dunia itu mudah seprti membalikkan telapak tangan??..,
"da baya palaho tadong "
katanya akan menjadi pengubah di antara orang orang yang merubah ,,, di mana asas asas yang sudah kau tanam dahulu kawan..? apa asas itu tidak tumbuh se iring waktu berjalan ,, apa ia layu karna tidak pernah di siram seperti tanaman,, apa kamu lupa akan tujuanmu dan visimu di akhir perjalananmu sang penakluk ujung dunia ,,,,??
(annafsu la ammarotun bissu iii)
Langganan:
Postingan (Atom)

